"Ikatlah Ilmu dengan menuliskannya".. ==> “Negeri yang kaya ternak, tidak pernah miskin. Negeri yang miskin ternak, tidak pernah kaya”. -Pepatah Arab-(dalam Campbell dan Lasley, 1985.<==

Sapi

Sapi ternak adalah hewan ternak anggota familia Bovidae dan subfamilia Bovinae. Sapi dipelihara terutama untuk dimanfaatkan susu dan dagingnya sebagai bahan pangan. Hasil sampingan, seperti kulit, jeroan, dan tanduknya juga kemudian dimanfaatkan. Di sejumlah tempat, sapi juga dipakai untuk membantu bercocok tanam, seperti menarik gerobak atau bajak.

Kerbau

Kerbau adalah binatang memamak biah yang masih termasuk dalam subkeluarga bovinae. Kerbau liar atau disebut juga Arni masih dapat ditemukan di daerah-daerah Pakistan, India, Bangladesh, Nepal, Bhutan, Vietnam, Cina, Filipina, Taiwan, Indonesia, dan Thailand. Penjinakan kerbau sangatlah umum di Asia, Amerika selatan, Afrika utara, dan Eropa.

Kambing

Kambing merupakan binatang memamah biak yang berukuran sedang. Kambing ternak (Capra aegagrus hircus) adalah subspesies kambing liar yang secara alami tersebar di Asia Barat Daya (daerah "Bulan sabit yang subur" dan Turki) dan Eropa. Kambing liar jantan maupun betina memiliki tanduk sepasang, namun tanduk pada kambing jantan lebih besar.

Domba

Domba atau biri-biri (Ovis) adalah ruminansia dengan rambut tebal dan dikenal orang banyak karena dipelihara untuk dimanfaatkan rambut (disebut wol), daging, dan susunya. Yang paling dikenal orang adalah domba peliharaan (Ovis aries), yang diduga keturunan dari moufflon liar dari Asia Tengah selatan dan barat-daya. Untuk tipe lain dari domba dan kerabat dekatnya, lihat kambing antilop.

Kuda

Kuda (Equus caballus atau Equus ferus caballus) adalah salah satu dari sepuluh spesies modern mamalia dari genus Equus. Hewan ini telah lama merupakan salah satu hewan ternak yang penting secara ekonomis, dan telah memegang peranan penting dalam pengangkutan orang dan barang selama ribuan tahun.

Showing posts with label Zat Gizi. Show all posts
Showing posts with label Zat Gizi. Show all posts

Bahan-Bahan Jamu, Kandungan Bahan Jamu serta Kegunaan dari Tiap bahan Jamu yang Digunakan



Info Peternakan.  Sebelumnya telah dibahas tentang Penggunaan Ramuan Herbal Pada Ternak.  Dalam kesempatan ini  kita akan melihat bahan-bahan jamu, berikut dengan kandungan serta kegunaan dari bahan yang digunakan, pada tabel berikut ;



No.
Bahan
Kandungan
Fungsi dan Kegunaan
1.
Lengkuas (Alpinia galangal (L))
Minyak atsiri terdiri atas bahan metal sinamat 48 %, cineol 20-30%, kamfer eugonol 3-4% (hanafi, 2000).
Lengkuas mengeluarkan lender dari saluran napas dan meningkatkan nafsu makan, rimpang lengkuan memiliki aktivitas membunuh jamur (Candida albicans) (Hanafi, 2000).
2.
Kunyit (Curcuma domestica)
Minyak atsiri 3-5% terdiri dari senyawa d-alfa pelandra 1%, d-sabinen 0,6%, cineol 1 %, borneol 0,5%, zingerberen 25%, tirmeron 58%, seskuiterpen alcohol 5,8%, alfaatlanton dan gamma-atlanton, pato berkisar 40-50%, kurkumin 2,5-6% (Winarto da Tim Lentera, 2003).
Memberi aroma harum dan rasa, bersifat bakterisidal terhadap golongan Bacillus cereus, Bacillus subtilis dan Bacillus megaterium.  Selain itu mampu menghambat pertumbuhan sel vegetative Bacillus dan menghambat pertumbuhan sporanya.  Memberi warna kuning orange pada rimpang dan member karakter kepedasan yang lembut pada rempah antibakteri, antiradang, anti inflamasi, memperlancar pengeluaran empedu (Winarto dan Tim Lentera, 2003).  Ekstrak kurkuma dapat menurunkan semua komposisi lipid (trigliserida, fosfolipid dan kolesterol) pada aorta dan kadar trigliserida pada serum darah (Sumiati, 2005).
3.
Sirih (Piper betle (L))
Minyak atsiri 4,2% yang mengandung pula fenol khas yang disebut batelfenol atau aseptenol diastase 0,8-1,8% zat penyamak, gula dan pati (Kartasapoetra, 2004).
Menahan pendarahan, obat saluran pencernaan, antiseptic, antioksidasi dan fungisida. Minyak atsiri mampu melawan beberapa bakteri gram negative dan gram positif.  Kovikol memberikan bau khas dan memiliki daya pembunuh bakteri lima kali lipat (Moeljanto dan Mulyono, 2003).
4.
Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb)
Minyak atsiri 6%, kurkuminoid terdiri dari kurkumin dan desmetoksikurkumin 1,6-2,22% (Afifah dan Tim Lentera, 2003)
Bersifat fungistatik atau anti jamur terhadap beberapa jamur golongan dermotophyta.  Bersifat bakteriostatik atau anti bakteri pada mikroba jenis Staphylococcus dan Salmonella menurunkan kadar kolesterol hati.  Meningkatkan produksi dan sekresi empedu dan mengaktifkan enzim pemecah lemak di hati (Afifah dan Tim Lentera, 2003).
5.
Jahe (Anddropogon narduslinn)
Volatil oil (Minyak atsiri 2,7% (Hanafi, 2000).
Penambah nafsu makan, dengan merangsang selaput lender perut besar dan usus (Hanafi, 2003).
6.
Sereh (Andropogon narduslinn)
Citrol (aldehyda), geraniol, dihydrk uninalakohol, phelladren, d-limonen, dipenten, i-carvon dan citronellae (Sastroamidjojo, 2001).
Bahan antiseptic internal dan eksternal, bahan analgesic, haemolitik atau sebagai antizymatik.  Digunakan sebagai antibakteri dan anti jamur (Kataren, 1985).
7.
Kencur (Boesenbergia pandurata Roxb)
Minyak atsiri 2,4-3,9%, pati 4,14%, mineral 13,73%, Sineol 0,002%, asam sinamik ethyl ester 25%, bromeaol 1,04% (Zaitun, 1998).
Menanbah nafsu makan, sebagai minuman segar, member aroma pada pakan dan sebagai perangsang (stimulansia) (Zaitun, 1998).
8.
Temu kunci (Boesenbergia pandurata Roxb)
Minyak atsiri terdiri atas seineaol, kamfer, d-borneeol, d-pienseskuiterpen, zingiberen, kurkumin, zedoarin, amilun, dammar, tannin. (Zaitun, 1998).
Obat sintetis yang efektif memberantas cacing ascaris (Zaitun, 1998).
9.
Temu Ireng/Temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb)
Minyak atsiri 0,3 monoterpen, seskuiterpen, (Alliadi, 1996).
Meningkatkan nafsu makan dan memberantas cacing ascaris (Alliadi, 1996).
10.
Bawang Merah (Allium Cepa L)
Allicitin, air 80-85%, protein 1,5%, lemak 3%, karbohidrat 9,2%, b karoten 501V, thiamin 30 mg, riboflavin 0,04 mg (Ambarwati, 2002).
Menurunkan kadar gula dan kolesterol tubuh, metabolisasi kolesterol dari tempat penimbunannya.  Sebagai pengawet karena bersifat bakterisida dan fungisida untuk bakteri dan cendawan tertentu (Ambarwati, 2002).
11.
Bawang Putih (Allium sativum L)
Minyak atsiri, air 66,2-71g, kaloi 95-122 kal, Ca 26-42 mg, sulfur 60-120 mg, protein 4,5-7 g, fosfor 15-109 mg, lemak 0,2-0,3 g, karbohidrat 23,1-24,6 g, zat besi 1,4-1,5 mg, vit A, B dan C, selenium, scordini (Syamsiah dan Tajuddin, 2005).
Allicin berfungsi sebagai antibiotik alami yang sanggup membasmi berbagai macam dan bentuk mikroba. Scordin memiliki kemampuan meningkatkan daya tahan tubuh dan pertumbuhan tubuh, minyak atsiri sebagai antibakteria dan antiseptic (Syamsiah dan Tajuddin, 2005).  Sebagai salah satu obat pembersih darah yaitu menurunkan kadar kolesterol dan gula dalam darah dan membersihkan pembuluh-pembuluh darah dari kemungkinan penyempitan dan penyumbatan (Harjanto, 2005).
13.

Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L)
Glukosid, kalsium oksalat, peroksida dan kalium sitrat energy 32 kal, karbohidrat 7 g, protein 0,4 g, vitamin C 25 mg, kalsium 10 mg, fosfor 10 mg, zat besi 1,0 mg (Anonim, 2002).
Penghilang rasa sakit, memperbanyak pengeluaran empedu dan anti radang (Anonim, 2002).
14.
Kemangi (Ocimum basilicum formacittratum Bocher).
Minyak terbang dengan 30-40% eugenol, terpen, alipatis ocimen, basilicum, minyak selasih hijau, cinerol dan methyl chavicol (Sastroamidjojo, 2001).
Menentramkan saraf, memperkuat produksi susu (Sastroamidjojo, 2001).

Penggunaan Ramuan Herbal Pada Ternak



Info Peternakan.  Obat alami dapat pula didefinisikan sebagai obat-obatan yang berasal dari alam, tanpa rekayasa atau buatan, bisa berupa obat yang biasa digunakan secara tradisional, namun cara pembuatannya dipermodern.  Apabila obat tersebut diperuntukkan bagi hewan, maka obat alami tersebut diberi keterangan tambahan “untuk hewan” (Maheswari, 2002). Feed additive adalah obat atau bahan lain yang ditambahkan dalam jumlah sedikit ke dalam bahan makanan atau ransum dan dimaksudkan untuk merangsang pertumbuhan atau produksi, misalnya hormone, antibiotika, arsenikal, surfaktan dan sebagainya.

Penelitian Agustina (2006), menunjukkan pemberian ramuan herbal (jamu) pada pakan broiler dengan level 2,25 ml/liter air minum adanya penurunan pada konsumsi pakan 404,5 g/ekor/minggu dan tanpa pemberian ramuan herbal 419,0 g/ekor/minggu.  Pertambahan berat badan meningkat dari 256,0 g/ekor/minggu tanpa ramuan herbal menjadi 278,8 g/ekor/minggu.  Konversi pakan tanpa ramuan herbal 1,63 dan setelah menggunakan ramuan herbal turun menjadi 1,59.  Rasio efisiensi protein tanpa ramuan herbal 2,71 menjadi 2,78,  lemak abdominal 2,1 % dengan ramuan herbal menjadi 2,6 %.  Total kolesterol tanpa ramuan herbal 140 mg/dl dengan ramuan herbal menurun menjadi 125 mg/dl, dan dengan perlakuan 5 ml ramuan herbal per liter air minum total kolesterol menurun menjadi 111 mg/dl.

Hasil penelitian Bintang dan Jarmani (2003), menunjukkan bahwa pakan yang ditambahkan tepung kencur pada level 0,16 % berpengaruh pada bertambahnya konsumsi pakan 2397 g dan tanpa tepung kencur 2297 g, pertambahan berat badan meningkat dari 1173 g dengan penambahan tepung kencur menjadi 1326 g.  Penambahan tepung bawang putih sebanyak 0,16 % berpengaruh pada peningkatan konsumsi pakan 2518 g dan tanpa tepung bawang putih 2354 g, pertambahan berat badan meningkat menjadi 1274 g dan tanpa tepung bawang putih 1143 g.  Hal ini disebabkan karena kencur berkhasiat sebagai penambah nafsu makan, mengobati berbagai penyakit sehingga berpengaruh terhadap peningkatan bobot badan dan kesehatan.  Sedangkan bawang putih mengandung senyawa aktif yaitu allisin, selenium dan metilatil trisulfida, hingga menyebabkan ayam mengkonsumsi pakan lebih banyak dan juga kondisi tubuhnya lebih sehat.

Protein dan (Rasa kenyang, Thermic Effect, otot)

Protein dan Rasa Kenyang

The Journal of Nutrition menyatakan bahwa konsumsi protein dapat memberikan rasa kenyang yang lebih bertahan lama. Hal ini disebabkan karena protein dapat mendorong pelepasan senyawa cholecystokinin dan glucagon-like peptide-1 yang membantu memperlambat laju pengosongan lambung. Jadi, lebih kenyang dan tentunya mencegah makan secara berlebihan pada saat makan selanjutnya.
Protein dan Thermic Effect

Thermic effect adalah terjadinya peningkatan jumlah energi yang digunakan di dalam tubuh karena dibutuhkan untuk proses pencernaan makanan yang dikonsumsi. Protein diketahui memiliki thermic effect yang lebih tinggi (20-35 % dari total kalori yang dikonsumsi) apabila dibandingkan dengan karbohidrat (5-15 % dari total kalori yang dikonsumsi) dan lemak, seperti tercantum pada Journal of the American College of Nutrition.


Lebih tingginya thermic effect dari protein ini disebabkan karena tubuh tidak dapat menyimpan protein sehingga harus segera dimetabolisme. Selain itu, pembentukan ikatan peptida dan proses metabolisme protein yang menghasilkan senyawa urea juga membutuhkan energi yang lebih tinggi. Dengan tingginya thermic effect, maka proses pembakaran kalori makanan yang Anda konsumsi juga akan semakin tinggi.
Protein dan Otot

Protein juga merupakan bahan dasar penyusun otot. Hasil penelitian yang tercantum pada jurnal Obesity menyatakan bahwa para wanita yang mengkonsumsi lebih banyak protein (30 % protein dari total kalori yang dikonsumsi) mengalami kehilangan otot yang lebih sedikit apabila dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi lebih sedikit protein (18 % protein dari total kalori yang dikonsumsi), pada saat berdiet untuk menurunkan berat badan.

Otot memang identik dengan pria atletis, dan sangat dihindari oleh kaum wanita. Padahal perlu diketahui, bahwa otot berperan penting di dalam pembakaran kalori. Otot dapat membakar lebih banyak kalori. Berarti, semakin banyak jumlah otot di dalam tubuh maka semakin banyak pula kalori yang dapat dibakar. Dengan begitu proses penurunan berat badan pun menjadi lebih mudah. Tapi, bukan berarti mengkonsumsi protein akan membuat Anda berotot besar seperti binaragawan.

Untuk membentuk otot besar seperti itu, dibutuhkan olahraga yang keras. Selain itu, rendahnya kadar hormon testosteron yang berperan di dalam pembentukan otot pada wanita juga membuat wanita lebih sulit membentuk otot.

Melihat keajaiban protein untuk diet Anda, mulai sekarang, jangan lupa menyertakan asupan protein dalam list menu Anda, yang sedang dalam proses penurunan berat badan. Bagi Anda yang sedang menjalankan diet dengan program meal replacement, coba perhatikan jumlah kandungan protein di dalamnya. Tentunya semakin tinggi kandungan proteinnya, maka semakin baik untuk diet Anda.

The Power of Protein for Your Diet

Tahu goreng 100 kalori, mie instant 300 kalori, chocolate cake 250 kalori”. Mungkin, perhitungan kalori seperti ini, sudah biasa dilakukan oleh mereka yang sedang berdiet. Diet memang sudah identik dengan perhitungan kalori. Anda harus pandai-pandai menghitung kalori makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Namun, memperhitungkan asupan protein saat diet memang masih jarang diperhatikan. Padahal, protein memiliki berbagai macam manfaat yang dapat membantu program penurunan berat badan.

Hasil penelitian yang tercantum pada International Journal of Obesity and Related Metabolic Disorders menunjukkan bahwa mereka yang mengikuti diet rendah lemak (30 % lemak dari total kalori yang dikonsumsi) namun tinggi protein (25 % protein dari total kalori yang dikonsumsi) mengalami penurunan berat badan dan berat lemak yang lebih besar, apabila dibandingkan dengan mereka yang mengikuti diet rendah lemak dan rendah protein (12 % protein dari total kalori yang dikonsumsi). Menarik bukan?


Apa sih ’kehebatan’ protein sehingga dapat membantu menurunkan berat badan? Ternyata, protein itu lebih mengenyangkan, memiliki thermic effect yang lebih tinggi, serta dapat membantu pembentukan otot. Ketiga manfaat inilah yang memberikan kontribusi besar bagi keberhasilan diet Anda.

Protein Pembuat Sel Kanker Bunuh Diri Telah Ditemukan

Para ilmuwan Singapura telah menemukan cara baru yang mengubah sifat sel kanker dengan menggunakan protein sehingga sel kanker tersebut menghancurkan diri sendiri.

Hasil penelitian tersebut masih merupakan hal yang dini namun kelompok ilmuwan di Lembaga Biologi molekular dan sel (IMCB), yang melakukan penelitian tersebut mengatakan merasa optimis temuan tersebut mempunyai harapan dapat menemukan cara pengobatan penyakit kanker di suatu hari mendatang.

Dr. Dimitry Bulavin mengatakan kepada harian The Strait Times, kelompoknya menitikkan perhatian kepada protein yang disebut Wipi yang ditemukan di dalam sel batang dimana berbagai jenis penyakit kanker mulai berawal.


Sel batang itu secara umum dapat berkembang menjadi berbagai bentuk sel di dalam tubuh.  “Sel-sel dapat berubah bentuk dan memperbanyak diri membentuk anak-anak sel," kata Bulavin, namun mengatakan kegiatan memperbanyak diri itu haruslah dikendalikan.

Wipi adalah merupakan bagian dari proses penyeimbangan dan pengendalian dari proses memperbanyak diri sel," katanya.  Apabila terdapat Wipi yang terlalu banyak atau kegiatan memperbanyak diri yang melebihi dari yang seharusnya maka kondisi itu disebut kanker," katanya.  "Semakin banyak Wipi maka semakin banyak sel kanker," kata Bulavin yang merupakan ketua tim penelitian IMCB, seperti yang dikutip the Strait Times. "Dengan mengurangi jumlah Wipi maka kami dapat mengobati penyakit kanker." Hewan tikus yang digunakan dalam penelitian setelah memperoleh protein ditemukan mempunyai ketahanan menangkis penyakit kanker.  Bulavin mempunyai perencanaan untuk memasuki tahap pertama uji coba klinis dalam waktu dua tahun.  "Kami sangat bersemangat untuk melakukan itu," katanya seperti dikutip Strait Times.

Alergi Protein Lenyap saat Puber

Kacang alergi pada anak-anak makin meningkat tidak sebanding dengan temuan cara penanganannya. Cara tradisional menyarankan konsumsi kacang selama hamil dan menyusui, diyakini dapat memperkecil kesempatan bayi dan anak anak terkena alergi.

Hasil penelitian lain menyarankan agar anak-anak diimunisasi tanpa suntikan melawan alergi kacang. Caranya adalah dengan menelan protein dosis rendah yang dapat membantu mengurangi sensitifitas terhadap alergi. Ini dilakukan jika sang anak tanpa sengaja menelan kacang-kacangan.

Pada kasus alergi susu, imunisasi nonsuntik sejauh ini cukup berhasil. Sedangkan hasil penelitian lain mengatakan empat dari lima anak-anak yang alergi terhadap telur, susu dan gandum, baru aman mengkonsumsi makanan tersebut pada usia sekolah.Hasil dan saran penangangan alergi itu dipersentasikan pada pertemuan tahunan pusat penelitian alergi, asma dan imunologi (AAAAI), pertengahan Maret.


Dalam lima tahun terakhir alergi kacang pada anak-anak dibawah usia sekolah meningkat di atas 35%.Reaksinya beragam dari mulai muncul bintik-bintik hingga gatal seluruh badan bahkan dapat mengarah ke anaphylaxis, yakni kesulitas bernafas dan hilang kesadaran. Peneliti dari McGill University di Montreal Kanada melakukan survei secara acak terhadap orang tua dan anak-anak dari mulai usia taman kanak-kanak hingga kelas tiga sekolah dasar, dilakukan pada 2000-2002dan dilanjut kembali pada 2005-2007. Sekitar 8 ribu orang tua diikutkan sebagai responden. Sedangkan uji alergi dilakukan melalui kulit. Hasilnya menunjukkan 1,8 persen anak-anak memiliki alergi pada periode 2005-2007, meningkat dibanding periode 2000-2002 yang mencapai 1,3%.

Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa perkara alergi akan makin membebani penanganan kesehatan.Sedangkan saran agar wanita hamil mengkonsumsi kacang agar bayi yang dikandung lebih tahan terhadap protein,belum mememukan bukti ilmiah yang menguatkan.

Peneliti dari rumah sakit Fakultas Kedokteran Mt Sinai di New York, memberikan sejumlah kecil kacang pada hewan percobaan yang sedang hamil dan menyusui. Sejumlah sampel lain tidak melakukannya. Bayi hewan percobaan yang lahir dari induk yang mengkonsumsi makanan normal memiliki reaksi alergi. Sedangkan dua dari delapan bayi tikus yang lakir dari induk yang diberi protein memiliki respon alergi yang rendah.

Cara terbaik menghindari alergi, adalah tidak mengkonsumsi makananan penyebabnya. Namun hal itu bukan hal yang mudah mengingat intisari kandungan, bahan kacang terdapat pula dalam jenis makanan yangmenggunakan bahan utama non kacang. Selama beberapa tahun dokter anak imunoterapi, termasuk untuk alergi gigitan serangga dan saluran pernafasan.

Paker alergi dari Duke University Dr Scott David Nash mengenalkan cara lain yang disebutnya oral imunoterapi. Pada penelitiannya, 20 anak alergi kacang usia empat bulan hingga 11 bulan, diberi protein yang dosisnya setara dengan kandungan satu butir kacang. Pada akhir penelitian, anak-anak itu diberi konsumsi makanan dari tepung yang kandungan proteinnya setara 13 butir kacang. Hasilnya, 19 anak atau 95% dari partisipan penelitian dapat mengkonsumsi makanan tanpa menimbulkan reaksi alergi. Sedangkan satu partisipan mengalami kesulitan bernafas dan dapat diatasi dengan epinephrine. Meski anjuran Dr Nash cukup terbukti, sebagian orang tua memilih membiarkan atau menunggu alergi hilang dengan sendirinya. Seperti laporan peneliti Jepang yang  menyodorkan bukti lebih dari 80% anak-anakk yang alergi terhadap telur, susu dan gandum menjadi toleran terhadap makanan tersebut pada usia remaja. [L1].

Manfaat Protein dalam Kehidupan Sehari-hari

Protein sangat berbeda dari karbohidarat dan lemak. Protein adalah sumber utama dari nitrogen yang merupakan elemen yang sangat penting dari setiap mahluk hidup. Fungsi utamanya membentuk jaringan tubuh dengan kandungan asam aminonya. Protein membentuk kehidupan manusia, protein selalu dihubungkan dengan mahluk hidup dan upaya untuk mengetahui bagaimana kehidupan bermula dipusatkan pada bagimana protein mulanya terbentuk.

Protein berperan sebagai struktural yang membangun tubuh kita. Enzim protein memecah makanan menjadi zat gizi yang dapat digunakan sel. Sebagai anti bodi, mereka melindugi kita dari penyakit. Hormon peptida membawa pesan-pesan yang mengkoordinasi pelangsungan aktivitas tubuh dan protein melakukan lebih banyak lagi, mereka memandu perkembangn kita dimasa kanak-kanak dan memperhatikan tubuh kita selama masa dewasa. Mereka telah membuat kita menjadi individu unik sebagaimana kita sekarang.


Kualitas protein didasarkan pada kemampuannya untuk menyediakan nitrogen dan asam amino bagi pertumbuhan, pertahanan dan memperbaiki jaringan tubuh. Secara umum kualitas protein tergantung pada dua karakteristik berikut:

Digestibilitas protein (untuk dapat digunakan oleh tubuh, asam amino harus dilepaskan dari komponen lain makanan dan dibuat agar dapat diabsorpsi. Jika komponen yang tidak dapat dicerna mencegah proses ini asam amino yang penting hilang bersama feses). Komposisi asam amino seluruh asam amino yang digunakan dalam sintesis protein tubuh harus tersedia pada saat yang sama agar jaringan yang baru dapat terbentuk.dengan demikian makanan harus menyediakan setiap asam amino dalam jumlah yang mencukupi untuk membentuk as.amino lain yang dibutuhkan.

Faktor yang mempengaruhi kebutuhan protein yaitu :
  1. Perkembang jaringan. Periode dimana perkembangan terjadi dengan cepat seperti pada masa janin dan kehamilan membutuhkan lebih banyak protein.
  2. Kualitas protein. Kebutuhan protein dipengaruhi oleh kualitas protein makanan pola as.aminonya. Tidak ada rekomendasi khusus untuk orang-orang yang mengonsumsi protein hewani bersama protein nabati. Bagi mereka yang tidak mengosumsi protein hewani dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi pangan nabatinya untuk kebutuhan as.amino.
  3. Digestibilitas protein. Ketersediaan as.amino dipengaruhi oleh persiapan makanan. Panas menyebabkan ikatan kimia antara gula dan as.amino yang membentuk ikatan yang tidak dapat dicerna. Digestibitas dan absorpsi dipengaruhi oleh jarak antara waktu makan, dengan interval yang lebih panjang akan menurunkan persaingan dari enzim yang tersedia dan tempat absorpsi.
  4. Kandungan energi dari makanan. Jumlah yang mencukupi dari karbohidart harus tersedia untuk mencukupi kebutuhan energi sehingga protein dapat digunakan hanya untuk pembagunan jaringn. Karbohidarat juga mendukung sintesis protein dengan merangsang pelepasan insulin.
  5. Status kesehatan. Dapat meningkatkan kebutuhan energi karena meningkatnya katabolisme. Setelah trauma atau operasi as.amino dibutuhkan untuk pembentukan jaringan, penyembuhan luka dan produksi faktor imunitas untuk melawan infeksi

Sintese dan Sumber Protein

SINTESE PROTEIN
Dari makanan kita memperoleh Protein. Di sistem pencernaan protein akan diuraikan menjadi peptid peptid yang strukturnya lebih sederhana terdiri dari asam amino. Hal ini dilakukan dengan bantuan enzim. Tubuh manusia memerlukan 9 asam amino. Artinya kesembilan asam amino ini tidak dapat disintesa sendiri oleh tubuh esensiil, sedangkan sebagian asam amino dapat disintesa sendiri atau tidak esensiil oleh tubuh. Keseluruhan berjumlah 21 asam amino. Setelah penyerapan di usus maka akan diberikan ke darah. Darah membawa asam amino itu ke setiap sel tubuh. Kode untuk asam amino tidak esensiil dapat disintesa oleh DNA. Ini disebut dengan DNAtranskripsi. Kemudian mRNA hasil transkripsi di proses lebih lanjut di ribosom atau retikulum endoplasma, disebut sebagai translasi.
SUMBER PROTEIN
  • Daging
  • Ikan
  • Telur
  • Susu, dan produk sejenis Quark
  • Tumbuhan berbji
  • Suku polong-polongan
  • Kentang


Studi dari Biokimiawan USA Thomas Osborne Lafayete Mendel, Profesor untuk biokimia di Yale, 1914, mengujicobakan protein konsumsi dari daging dan tumbuhan kepada kelinci. Satu grup kelinci-kelinci tersebut diberikan makanan protein hewani, sedangkan grup yang lain diberikan protein nabati. Dari eksperimennya didapati bahwa kelinci yang memperoleh protein hewani lebih cepat bertambah beratnya dari kelinci yang memperoleh protein nabati. Kemudian studi selanjutnya, oleh McCay dari Universitas Berkeley menunjukkan bahwa kelinci yang memperoleh protein nabati, lebih sehat dan hidup dua kali lebih lama.

Kekurangan Protein



Protein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita. Pada dasarnya protein menunjang keberadaan setiap sel tubuh, proses kekebalan tubuh. Setiap orang dewasa harus sedikitnya mengkonsumsi 1 g protein pro kg berat tubuhnya. Kebutuhan akan protein bertambah pada perempuan yang mengandung dan atlet.atlet.
Kekurangan Protein bisa berakibat fatal:
  • Kerontokan rambut (Rambut terdiri dari 97-100% dari Protein -Keratin)
  • Yang paling buruk ada yang disebut dengan [[Kwasiorkor], penyakit kekurangan protein. Biasanya pada anak-anak kecil yang menderitanya, dapat dilihat dari yang namanya busung lapar, yang disebabkan oleh filtrasi air di dalam pembuluh darah sehingga menimbulkan odem.Simptom yang lain dapat dikenali adalah:
o    hipotonus,
o    gangguan pertumbuhan,
o    hati lemak,
  • Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus dan berkibat kematian.

Struktur protein

Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki, yaitu berupa struktur primer (tingkat satu), sekunder (tingkat dua), tersier (tingkat tiga), dan kuartener (tingkat empat). Struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida (amida). Sementara itu, struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen. Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut:
  • alpha helix (α-helix, "puntiran-alfa"), berupa pilinan rantai asam-asam amino berbentuk seperti spiral;
  • beta-sheet (β-sheet, "lempeng-beta"), berupa lembaran-lembaran lebar yang tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H);
  • beta-turn, (β-turn, "lekukan-beta"); dan
  • gamma-turn, (γ-turn, "lekukan-gamma").


Gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder akan menghasilkan struktur tiga dimensi yang dinamakan struktur tersier. Struktur tersier biasanya berupa gumpalan. Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer, trimer, atau kuartomer) dan membentuk struktur kuartener. Contoh struktur kuartener yang terkenal adalah enzim Rubisco dan insulin.
Struktur primer protein bisa ditentukan dengan beberapa metode: (1) hidrolisis protein dengan asam kuat (misalnya, 6N HCl) dan kemudian komposisi asam amino ditentukan dengan instrumen amino acid analyzer, (2) analisis sekuens dari ujung-N dengan menggunakan degradasi Edman, (3) kombinasi dari digesti dengan tripsin dan spektrometri massa, dan (4) penentuan massa molekular dengan spektrometri massa.

Struktur sekunder bisa ditentukan dengan menggunakan spektroskopi circular dichroism (CD) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Spektrum CD dari puntiran-alfa menunjukkan dua absorbans negatif pada 208 dan 220 nm dan lempeng-beta menunjukkan satu puncak negatif sekitar 210-216 nm. Estimasi dari komposisi struktur sekunder dari protein bisa dikalkulasi dari spektrum CD. Pada spektrum FTIR, pita amida-I dari puntiran-alfa berbeda dibandingkan dengan pita amida-I dari lempeng-beta. Jadi, komposisi struktur sekunder dari protein juga bisa diestimasi dari spektrum inframerah.

Struktur protein lainnya yang juga dikenal adalah domain. Struktur ini terdiri dari 40-350 asam amino. Protein sederhana umumnya hanya memiliki satu domain. Pada protein yang lebih kompleks, ada beberapa domain yang terlibat di dalamnya. Hubungan rantai polipeptida yang berperan di dalamnya akan menimbulkan sebuah fungsi baru berbeda dengan komponen penyusunnya. Bila struktur domain pada struktur kompleks ini berpisah, maka fungsi biologis masing-masing komponen domain penyusunnya tidak hilang. Inilah yang membedakan struktur domain dengan struktur kuartener. Pada struktur kuartener, setelah struktur kompleksnya berpisah, protein tersebut tidak fungsional.

Tentang Protein



Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.

Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).

Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838.

Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom. Sampai tahap ini, protein masih "mentah", hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. Melalui mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi.

Popular Posts